BEDAH BUKU MENUJU BALI RAMAH KELUARGA
Denpasar, Keluarga memiliki peran pendidik pertama yang berimbas pada lingkungan sekitar. Didalam keluarga anak belajar dan melakukan interaksi sosial yang pertama serta mulai mengenal prilaku-prilaku yang dilakukan oleh orang lain. Dengan perkataan lain, pengenalan tentang budaya-budaya masyarakat dimulai dari keluarga. Disini anak juga belajar tentang keunikan pribadi seseorang, dan sifat-sifat kelompok sosial disekitarnya. Hampir disemua masyarakat keluarga dikenal sebagai unit sosial dimana anak mulai memperoleh pengalaman-pengalaman hidupnya. Menuju Ramah Keluarga dibutuhkan pengorbanan memperdalam teori kompromi dengan rasa melalui kontrol spiritual, intelektual, dan emosional. Demikian disampaikan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra pada bedah Buku Kiprah Emas Perempuan Bali “Menuju Bali Ramah Keluargaâ€, Senin (20/5) di ruang pertemuan BKKBN Propinsi Bali.
Lebih lanjut dikatakan Buku Kiprah Emas Perempuan Bali, Menuju Bali Ramah Keluarga yang membutuhkan pemikiran lebih dalam dengan berbagai tantangan. Dalam mencapai ramah keluarga agar terus bersabar dengan pengendalian diri serta pengorbanan dalam keluarga. Pengaruh urbanlife saat ini yang berdampak pada produksi dalam keluarga antara suami dan istri, serta berimbas pada pendidikan anak. Sehingga hal ini dibutuhkan suatu keseimbangan yang harus mampu memilih dan memilah, serta menjadi tantangan dalam keluarga. Disamping permasalahan anak dengan tingkat kenakalan remaja saat ini merupakan dampak dari keluarga. Hal ini menurut Rai Mantra dibutuhkan gambaran dalam pemecahan permasalahan kenakalan remaja, perlu mendapatkan perhatian dan sebagai Pekerjaan Rumah untuk terus dilakukan pembahasan. “Dalam keluarga terdapat pendidikan ekonomi, sosial, agama serta banyak faktor yang harus kita sikapi menuju ramah keluarga,†ujar Rai Mantra. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan kemajuan teknologi saat ini dengan berbagai kemudahan. Saat ini pengaruh globalisasi tidak menjadi suatu permasalahan yang mengkhawatirkan. Karena pengaruh globalisasi telah lama terjadi di Bali. Seperti pada kesenian ukir ada akulturasi Patra Cina, Patra Ulanda yang merupakan salah satu pengaruh globalisai saat itu, namun yang mesti dibicarakan saat ini adalah tekanan globalisasi dengan berbagai kemudahan dan dampak pengaruhnya di masyarakat. Hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam menjawab tekanan globalisai, Dibutuhkan kerja keras dan keterlibatan semua elemen masyarakat.
Sementara penggagas buku Kiprah Emas Perempuan Indonesia “Menuju Bali Ramah Keluarga†AAA. Ngurah Tini Rusmini Gorda mengatakan berawal dari masalah sosial yang ada dimasyarakat. Diantaranya persoalan pada generasi muda yang terjadi saat ini seperti kekerasan , penyalahgunaan narkoba, dan perilaku sex bebas. Sehingga keluarga sebagai semangat tidak saja pada rumah sendiri, namun pola asuh keluarga dalam menguatkan konsep dari segi perlengkapan. (Pur