FOCUS GROUP DISCUSSION ( FGD ) TENTANG PERMASALAHAN ANAK DI KOTA DENPASAR
Focus Group Discussion (FGD) yang kami laksanakan pada tanggal 27 Desember 2011 tentang permasalahan anak untuk mendukung Kota Denpasar menuju Kota Layak Anak ( KLA ), dimana Pemerintah Kota Denpasar telah mendapat penghargaan kategori Madya sebagai Kota Menuju Kota Layak Anak. Adapun Permasalahan anak yang didiskusikan adalah masalah yang menjadi issu actual saat ini seperti: anak-anak yang terlibat dalam geng motor, anak bunuh diri, anak korban game online, anak yang terlibat dengan sek bebas dan anak yang terinveksi HIV AIDS.
Masalah maraknya Game Online yang ijinnya adalah usaha warnet, di Kota Denpasar sesuai hasil laporan dari Dinas Kominfo sudah ada 286 usaha game online yang mana mereka buka selama 24 jam dan banyak dikunjungi oleh anak-anak. Dinas Kominfo telah membuat kajian dan bekerjasama dengan UNUD, dan dari pihak Trantib tidak berani menindak karena belum ada perda terhadap Game Online yang berkedok Warnet ini.
Untuk maraknya geng motor diharapkan ada petugas dari kepolisian yang berjaga di tempat-tempat yang sering dijadikan tempat balapan dan diberi hukuman supaya ada efek jera (sesuai dengan UU lalu Lintas No 22 Tahun 2009)
Ada ketegaskan dari pihak sekolah untuk melarang anak-anak SMP untuk tidak naik sepeda motor ke sekolah
Setiap saat agar para guru mengadakan sidak HP terhadap siswa
Jika ada pelarangan siswa bawa HP, di sekolah harus tersedia telepon koin hal ini penting bagi anak jika hars menghubungi orang tuanya
Agar sekolah memberikan pendidikan yang terintegratif seperti di awal pelajaran dimulai agar guru selama lima menit memberikan pendidikan soff skill atau pendidikan budi pekerti, karena pendidikan budi pekerti hanya didapat anak hanya di Sekolah Dasar.
Agar segera ada perda yang mengatur permasalahan anak, HIV/AIDS dan Usaha Warnet/Game Online sehingga Dinas Trantib yang tugasnya mengamankan Perda dapat melaksanakan tugasnya.
Anak-anak yang bermasalah berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan oleh dr A.A Sri Wahyuni ini sudah disebabkan sejak anak itu dalam kandungan, jadi untuk preventifnya diharapkan peran dari puskesmas untuk memberikan penyusuluhan yang lebih intensif terhadap Bumil terutama ibu hamil di usia muda atau ibu hamil karena hubungan diluar nikah.
Ada Konseling pra pernikahan ini sangat penting dan di Bali ini tidak ada dan sebaiknya siapa yang harus melaksanakan ini apakah para orang tua pada saat lamaran dan ini harus dikoordimasikan dengan bendesa adat.
Pemerintah atau bekerjasama dengan pihak pengusaha diharapkan dapat menyediakan tempat untuk anak-anak menyelurkan energi yang sifatnya gratis seperti di Taman Ismail Marjuki (TIM) Jakarta. Jika mereka ingin belajar main musik, melukis, nyanyi, dan sebagai ada tempat yang mereka datangi dan disana sudah ada lengkap dengan tenaga pelatihnya.
Ngobrol bareng dengan remaja akan bekerjasama dengan KISSARA dan mengundang remaja seperti geng motor, anak-anak PKBM dan juga anak berprestasi.