PENILAIAN BINA KELUARGA BALITA
Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Kota Denpasar yang diwakili oleh Kelompok BKB Melati, Br. Wangaya Klod dinilai oleh Tim Provinsi bertempat di Br. Wangaya Klod Desa Dauh Puri Kaja Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar pada Jumat (19/04).
Tim penilai dipimpin oleh IB. Wirama, unsur BKKBN perwakilan Provinsi Bali, hadir pula kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali. Sedangkan dari Kota Denpasar yang hadir menyambut Tim Provinsi Bali adalah Bapak Walikota Denpasar, Kepala SKPD/Dinas Instansi terkait, Badan KB dan PP Kota Denpasar, Dikes Kota Denpasar, BPM dan Pemdes Kota Denpasar, Bappeda Kota Denpasar, anggota DPRD Kota Denpasar, Camat Denpasar Utara, Kepala Desa Dauh Puri Kaja serta Wakil Ketua TP. PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jayanegara, demikian pula para Tokoh masyarakat, kelian Adat dan prajuru Br. Wangaya Klod, Kelian Dinas dan Unsur TP. PKK Kecamatan Denpasar Utara, TP. PKK Desa Dauh Puri Kaja serta TP. PKK Br. Wangaya Klod.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan oleh Tim Provinsi Bali bahwa Usia dibawah lima tahun merupakan usia yang sangat kritis. Mengapa demikian? Karena pada usia tersebutlah anak – anak mengalami tumbuh kembang yang pesat dalam menentukan kualitas sumber daya manusia. Para ahli sendiri mengatakan masa balita disebut sebagai masa emas [ golden age period ] khususnya untuk usia 0 – 2 tahun dimana pada usia ini otak mengalami pertumbuhan mencapai 80%. Sehingga diharapkan pada masa tersebut anak – anak mendapat perhatian, bimbingan dan binaan yang optimal . Mengingat hal tersebut maka diperlukan suatu program binaan yang disebut â€Bina Keluarga Balita [BKB]†yang mana kegiatannya menitik beratkan pada tumbuh kembang anak sesuai dengan usia dan tahap perkembangan yang harus dimiliki oleh anak melalui peningkatan peran orang tua dan anggota keluarga lainnya.
IB Rai Dharmawijaya Mantra, Walikota Denpasar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kegiatan BKB merupakan system pelayanan yang dipadukan antara satu program dengan program lainnya, serta merupakan forum komunikasi pelayanan terpadu dan dinamis, yaitu program KB, kesehatan, dan pendidikan serta program lain yang berkaitan dengan kegiatan masyarakat. Pelayanan yang diberikan di BKB bersifat terpadu dengan kegiatan Posyandu. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat, karena masyarakat dapat memperoleh pelayanan lengkap pada waktu dan tempat yang sama. Kegiatan terintegrasi antara BKB-Posyandu dan PAUD sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan keberadaannya sudah berjalan, baik di tingkat banjar/dusun, desa/kelurahan dan kecamatan.
Menurut Rai Mantra, kegiatan ini telah dikoordinasikan dan direvitalisasi oleh Badan KBPP Kota Denpasar dengan DInas Kesehatan, Dinas Dikpora serta TP PKK Kota Denpasar. Revitalisasi ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat serta untuk mengurangi dampak dari krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi serta kesehatan ibu dan anak.
Para kader dibawah kepemimpinan Ny. Dian Risnawan ini telah banyak meraih prestasi seperti Juara I lomba APE tradisional Tingkat Kota Denpasar, Juara III lomba BKB Kota Denpasar, Juara I dan III para STT membuat lawar.
Dalam kesempatan ini disampaikan bahwa para Kader BKB siap menjadi Duta Kota Denpasar dan dinilai oleh Tim Provinsi Bali (Tresna).