Penilaian Keluarga Harmonis oleh Tim Penilai Provinsi Bali di Kota Denpasar
Penilaian Keluarga Harmonis oleh Tim Penilai Provinsi Bali, yang dilaksanakan Hari/tanggal : Rabu, 25 April 2012, dipimpin oleh Ketua Tim Penilai Provinsi Bali Dra. IGA Tantri. Duta Kota Denpasar adalah keluarga I Nyoman Dudy Gunarsa, ST dan Ni Nyoman Tri Murtiningsih, S.Pd dari Banjar Lantang Bejuh Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar yang telah menjadi akseptor KB diberikan kepercayaan oleh Badan KB dan PP Kota Denpasar untuk mengikuti Penilaian Keluarga Harmonis Tingkat Provinsi Bali Tahun 2012. Dalam penilaian ini ada beberapa aspek yang dinilai yaitu Kiprah di Masyarakat, Kesertaan Dalam Program KB, Kesertaan Dalam Program KS, Kesehatan Keluarga, Ekonomi Keluarga, Kondisi Lingkungan Fisik Keluarga dan Kondisi Lingkungan non Fisik Keluarga.
Program Keluarga Berencana merupakan program pelayanan dasar yang mempunyai kontribusi yang sangat berarti bagi pembangunan sumber daya manusia. Karena dengan keluarga berencana diupayakan terus peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia kawin, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, serta peningkatan kesejahteraan keluarga guna terwujudnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Visi program Keluarga Berencana Nasional adalah mewujudkan “Penduduk Tumbuh Seimbang Tahun 2015†yaitu keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan Keluarga Harmonis bertujuan untuk meningkatkan motivasi para keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dengan mengoptimalkan 8 fungsi keluarga yaitu : Fungsi keagamaan, fungsi social budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi pendidikan dan sosialisasi, fungsi ekonomi, fungsi pemeliharaan lingkungan. Keluarga Harmonis dalam konsep “Hindu†di Bali tidak terlepas dari landasan konsep “Tri Hita Karana†yaitu hubungan yang selaras, serasi dan seimbang anatar Manusia dengan Hyang pencipta (Tuhan Yang Maha Kuasa/Ida Hyang Widhi Wasa) disebut “Parahyanganâ€, hubungan antara sesama manusia “Pawonganâ€, serta hubungan Manusia dengan lingkungannya (Palemahan). Hubungan yang selaras, serasi dan seimbang inilah yang dapat melahirkan kesejahteraan lahir bathin dalam kehidupan berkeluarga, yang dikenal sebagai “Moksartham Jagadhita†yaitu kebahagian dan kesejahteraan lahir bathin. (Tresna Yasa).