MENGATASI KAKAK ADIK BERTENGKAR
Apa kabar Ayah Bunda dan sahabat balita tercinta...kali ini kami dari Tim Ciluba akan membagikan informasi seputar permasalahan perilaku anak yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari berikut beberapa cara untuk mengatasinya. Edisi hari ini Jumat,30 September 2016, adalah :
Pertengkaran antar saudara kandung merupakan hal yang wajar. Justru lewat pertengkaran anak mengasah keterampilannya untuk bersosialisasi. Anak belajar bagaimana mempertahankan pendapat, bagaimana menghadapi konflik dengan orang lain dan bagaimana caranya berkompromi. Karena sering bertengkar bukan berarti mereka tidak saling menyayangi. Makin mereka beranjak dewasa, pertengkaran akan berkurang dengan sendirinya. Cara menyelesaikan pertengkaran juga akan berubah. Mungkin dulu mereka memilih dengan cara fisik (mencubit, memukul, menjambak dll) sebagai penyelesaian. Seiring waktu, nantinya mereka akan memilih cara verbal atau bicara untuk menyelesaikan masalah. Lalu bagaimana seharusnya ayah bunda menyikapinya?
 Buatlah suasana rumah yang tenang dan demokratis. Suasana rumah yang demikian akan membiasakan anak bicara guna mengungkapkan keinginannya dan sebaliknya lebih bisa menghargai pendapat orang lain. Biasakan mengajak anak ikut berunding untuk mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan keluarga. Misalnya : menentukan tempat tujuan berlibur.
 Buatlah peraturan di rumah yang disepakati bersama. Untuk itu ayah bunda perlu mengajak mereka duduk bersama guna menentukan aturan harian yang harus disepakati dan diikuti bersama, termasuk ayah bunda tentunya
 Hindari bertengkar dengan pasangan atau menyalahkan pasangan di depan anak, karena anak akan meniru gaya ayah bundanya dalam menyelesaikan masalah dengan bertengkar.
 Lakukan intervensi jika pertengkaran antar anak mulai melibatkan tindakan fisik atau kata kata yang merendahkan harga diri salah satu anak
 Minta mereka duduk bersama dan secara bergiliran mengungkapkan perasaan masalah mereka. Tidak boleh ada yang memotong pembicaraan satu sama lain. Tanyakan pada mereka apa harapan mereka masing masing. Tanyakan pula apa sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan masalah antar mereka. Ingat, usahakan mereka menemukan solusinya sendiri
 Terakhir, jika solusi sudah mereka sepakati, biarkan mereka saling minta maaf dan berpelukan.
Demikian saran dari tim kami. Selamat mencoba ayah bunda……salam ci lu ba (cinta keluarga balita).