Pelatihan usaha dan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola home industry di Denpasar diikuti oleh 40 orang peserta. Terdiri dari Ibu-Ibu yang mempunyai usaha home industry di Desa Tegal Kertha dan Desa Tegal Harum Denpasar. Dipilihnya desa tersebut karena merupakan pilot project dari Lembaga Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK PUSPA) Denpasar. Kedua desa tersebut merupakan desa dengan tingkat urban tinggi sehingga rawan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Emmy, Kabid. Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar selaku panitia penyelenggara mengatakan, pelaku home industry selain sebagai Ibu juga punya tugas dan tanggung jawab yang berat. Oleh karena itu seorang wirausaha perempuan harus tetap mampu bersaing dengan wirausaha lainnya. Untuk itu harus terus menerus diupayakan untuk membangkitkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya home industry perempuan untuk dapat mengatur usahanya sebaik mungkin untuk meningkatkan produktifitas usahanya.
“Home industry sebagai bagian dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) punya peranan yang meningkat pesat dalam pembangunan ekonomi. Selain berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pemilik industry pesatnya perkembangan home industry juga memunculkan berbagai lapangan kerja bagi masyarakat luas,"ujarmya, pada pembukaan pelatihan usahan dan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola home industry di Denpasar, Senin, (24/6).
Lebih lanjut disampaikan, bila perempuan pengelola home industry belum memaksimalkan pemasaran melalui media internet selain murah, juga dapat menjangkau banyak banyak audiens dalam waktu yang relative singkat, mempermudah proses transaksi baik penjualan, pembelian maupun pesanan.
Pelatihan ini berlangsung selama 2 hari atas kerjasama FK PUSPA Denpasar dengan Womenwill.
22 Oktober 2025
03 November 2025
14 Agustus 2025
29 Oktober 2025