Menu

Penutupan Rare Bali Festival (RBF)

  • Senin, 11 Agustus 2014
  • 1279x Dilihat

Setelah digelar selama tiga hari dari tanggal 7-9 Agustus 2014, akhirnya Rare Bali Festival resmi ditutup pada hari Sabtu malam di Puri Kesiman. Penutupan dilakukan Walikota Denpasar yang diwakili oleh Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Denpasar, Ir. I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti, M.Si.

Acara diisi dengan pementasan dan penyerahan hadiah kepada pemenang-pemenang dalam lomba yang dilaksanakan dalam Rare Bali Festival (RBF),serta penyerahan alat permainan oleh I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti kepada anak-anak secara simbolis sebagai harapan agar permainan tradisional dapat dilestarikan dan sekaligus menutup kegiatan Rare Bali Festival ini. Sementara Kepala Badan KBPP Kota Denpasar, Ir. I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti, M.Si menyatakan, "Saya ingin memberikan apresiasi kepada rekan Penggak Men Mersi, yang sudah memprakarsai kegiatan Rare Bali Festival ini. Pemerintah Kota Denpasar selama ini sudah memenuhi hak-hak anak di Kota Denpasar, salah satunya memberikan ruang dalam berkreasi". Juga diberikan penghargaan Rare Bali Awards kepada I Made Taro, budayawan Bali yang melestarikan permainan anak-anak. "Awards ini diberikan kepada bapak I Made Taro atas jasa kreativitasnya melalui permainan anak-anak yang masih tetap bertahan sampai sekarang", ujar Ketua Panitia dan Kelian Penggak Men Mersi.

A.A Ngurah Kusuma Wardana, Penglingsir Puri Kesiman mengatakan, "Saya bangga kepada Bapak Made Taro karena pengabdiannya kepada dunia anak-anak, memperhatikan tunas bangsa melalui permainan anak. Mari kita pelihara tunas-tunas atau anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini".