SMANSA PEDULI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Sejak didirikannya Pusat Tumbuh Kembang Anak yang khusus menangani anak-anak autis oleh Pemeritah Kota Denpasar. Kini sekolah yang berlokasi di Jalan Mataram 3 Lumintang Denpasar kebanjiran peminat bahkan tidak itu saja perhatian masyarakat terhadap keberdaan sekolah ini mulai terasa. Seperti puluhan siswa/siswi dari SMA I Denpasar (SMANSA) dengan diantar Kepala Sekolahnya Wayan Tumbuh datang ke sekolah autis untuk mengetahui seperti apa keberadaan mereka dan bagaimana cara para terafis menangani anak-anak autis, Rabu (23/2). Turut menemani Ibu Sekkot Nyonya Rai Iswara, Kepala Badan KB dan PP, Ir I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti, MSi, Ketua dan beberapa pengurus Kelompok Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (KPABK) Fajar Pagi.
Datang dengan seragam sekolah tampak anak-anak SMANSA ini begitu antusias ingin melihat langsung keberadaan anak-anak autis yang menurut para pakar hingga sekarang belum bisa menentukan faktor penyebabnya. Seperti dijelaskan Laksmi Dharmayanti dihadapan anak-anak SMANSA bahwa keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus di Kota Denpasar makin hari makin bermunculan. Dan penanganan terhadap ABK ini harus secara komprehensif disamping biaya yang tidak sedikit oleh karena itu perlu ada langkah yang nyata dan sungguh-sungguh dari semua pihak terhadap keberadaan ABK ini. Dan Pemerintah Kota Denpasar dalam hal ini sudah berupaya dengan mendirikan Pusat Tumbuh Kembang Anak yang terletak di Jalan Mataram 4 Denpasar. Hal ini sejalan dengan keinginan Walikota IB Rai D. Mantra yaitu Menjadikan Denpasar Sebagai Kota Layak Anak. Dijelaskan pula hingga sekarang sekolah Pusat Tumbuh Kembang Anak ini sudah mampu menampung kurang lebih 44 orang anak dengan katagori autis dan jumlah ini diprediksi akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang anak berkebutuhan khusus, ujarnya.
Sementara Kepala Sekolah SMAN I Wayan Tumbuh dihadapan anak-anak mengatakan salut atas apa yang diperbuat Pemerintah Kota Denpasar dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya dan semoga langkah ini terus mendapat dukungan dari semua pihak. Kepada para siswa dirinya juga berharap agar pengalaman ini bisa dijadikan cara untuk meningkatkan empati disamping mampu mengembangkan diri dalam kehidupan bermasyarakat sehingga hidup ini lebih berguna. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan berupa uang dan sarana bermain seperti bola plastik, kambing-kambingan dan lain-lain.