Menu

SULIT BERGAUL DAN SUKA NGAMBEK

  • Rabu, 14 September 2016
  • 1322x Dilihat

Apa kabar Ayah Bunda dan sahabat balita tercinta...kali ini kami dari Tim Ciluba akan membagikan informasi seputar permasalahan perilaku anak yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari berikut beberapa cara untuk mengatasinya. Edisi hari ini Rabu, 14 September 2016, adalah

 

 

Pasti senang sekali rasanya mempunyai anak yang aktif dan bagus daya tangkapnya. Masalah sulit bergaul memang sering dialami anak balita. Tidak mengherankan jika anak Ayah bunda hanya ingin bermain dengan yang bisa mengalah karena lebih mudah dikontrol dan keinginannya menjadi lebih mudah dipenuhi. Yang perlu diperhatikan orang tua adalah keterampilan bergaul tidak datang dengan sendirinya, jadi harus diajarkan.

Pertama-tama, harus ada kesempatan untuk belajar bergaul, terutama dengan anak sebayanya. Apakah  Ayah bunda sudah memberikan kesempatan itu? Misalnya, ada kesempatan di sore hari untuk bermain bersama dengan anak tetangga yang sebaya. Atau keterampilan ini juga bisa dikembangkan di sekolah. Mengingat usianya sudah 3 tahun , ia sudah bisa masuk kelompok bermain yang belum mengharuskan masuk sekolah setiap hari. Kesempatan ini harus rutin frekuensinya, paling tidak dalam seminggu ada tiga kali kesempatan bagi anak untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. Makin sering, makin terasah kemapuan anak dalam bergaul. Awalnya mungkin sulit bagi anak dan bahkan ada juga penolakan dari anak untuk bergaul  dengan sesamanya karena ia terbiasa selalu dimenangkan keinginannya. Namun, Ayah bunda jangan menyerah begitu saja. Awalnya, Ayah bunda boleh menemani anaknya. Jika perlu ikutlah bermain bersama anak-anak yang lain. Tunjukkan bagaimana berkenalan, bersalaman, bergantian menggunakan mainan, berbagi, dan bertoleransi dengan anak lainnya sehingga anak bisa belajar berinteraksi dengan teman sebayanya.

Di rumah, Ayah bunda juga bisa meningkatkan kepekaannya pada lingkungan sekitar untuk mengurangi egoismenya. Misalnya, dengan membiasakan membawa oleh-oleh makanan untuk orang-orang di  rumah. Setelah anda, suami dan anak makan diluar, bawakan oleh-oleh makanan untuk kakek nenek atau pembantu yang ada dirumah. Libatkan anak dalam hal ini sehingga ia terbiasa berbagi. Cara lain yaitu dengan sesekali merayak ulang tahun di panti asuhan agar anak melihat ada anak-anak lain yang kehidupannya tidak seberuntung dirinya.

Untuk masalah suka melempar barang ketika marah atau ngambek, ada beberapa langkah yang perlu Ayah bunda ambil yaitu :

Jangan sekalipun mengalah atau memenuhi keinginan anak jika ia berperilaku buruk dengan melempar/membanting barang. Tunjukkan ketidak sukaan Ayah bunda atas perilaku buruknya. Caranya :

1.      Abaikan atau alihkan perhatian Ayah bunda pada hal lain

2.      Bersikaplah tegas dan katakan Ayah bunda tidak suka ia berperilaku seperti itu, lalu berilah batasan waktu bagi anak untuk menenangkan diri. Jika tidak bisa, Ayah bunda boleh memberikan konsekuensi negatif seperti tidak boleh main mainan kesukaannya  stu hari itu atau tidak dibacakan dongeng nanti malam.

Jika perilakunya sudah membahayakan orang lain dan dirinya sendiri, tenangkan anak terlebih dahulu. Bisa dengan memegangi tangannya agar berhenti melempar, dipeluk, atau dibawa keruangan lain yang lebih tenang. Namun jangan sekali-kali mengurung anak di kamar mandi karena bisa berbahaya bagi anak (licin dan sebagainya). Setelah tenang, baru ajaklah ia bicara.

Ajarkan anak untuk mengungkapkan amarahnya. Anak usia muda memang belum terbiasa mengungkapkan emosinya secara verbal. Karena itu perlu dibantu dengan ditanya, “kamu sedang marah ya? Boleh mama tahu kenapa kamu marah?” atau “kalau melempar-lempar seperti itu, mama tidak bisa tahu kenapa kamu marah. Jadi mama tidak bisa bantu”.

Ajarkan anak untuk melampiaskan amarahnya lewat cara yang bisa diterima lingkungan. Ajarkan anak untuk menari k nafas dalam-dalam untuk meredam amarahnya, ajarkan ia cara-cara untuk melapiaskan amarahnya seperti mencoret-coret kertas, merobek kertas, atau berteriak di kamar mandi.

Tunjukkan kesediaan Ayah bunda untuk mendengar keluh kesahnya sepanjang ia melampiaskan amarahnya secara positif.  Tetap bersabar ya ayah bunda.....Salam Ci Lu Ba...(Cinta Keluarga Balita)