Menu

Tim Evaluasi KSI Denpasar, KSI Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  • Selasa, 22 Juli 2014
  • 1480x Dilihat

Kecamatan Sayang Ibu ( KSI ), merupakan program strategis untuk menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Mengingat gerakan ini merupakan gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat, untuk meningkatkan kualitas hidup, perempuan utamanya menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Walikota Denpasar, I. B Rai Dharma Wijaya Mantra menyampaikan hal itu dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Kota Denpasar, A. A Ngr. Rai Iswara saat menerima tim evaluasi gerakan Kecamatan Sayang Ibu Provinsi Bali di Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan Senin, 21 Juli 2014.

Tim Provinsi yang dipimpin Ida Ayu Candrawati, juga diterima oleh perwakilan DPRD Kota Denpasar dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara dan instansi terkait.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Denpasar, Ir. I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menyampaikan untuk mewujudkan Kecamatan Sayang Ibu berbagai kriteria harus dilakukan, mulai dari memberi pelayanan pada ibu hamil agar sampai tidak terlambat dalam memberikan pelayanan.

Camat Denpasar Selatan, A. A Gede Risnawan menambahkan untuk semua kriteria Kecamatan Sayang Ibu pihaknya telah melakukan sosialisasi di semua Desa / Lurah sehingga kriteria Kecamatan Sayang Ibu telah dilaksanakan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.

Ketua Tim Evaluasi Provinsi Bali, Ida Ayu Candrawati mengatakan evaluasi ini untuk mengetahui keberhasilan Kabupaten / Kota dalam revitalisasi gerakan sayang ibu dan bayi baru lahir. Diharapkan dengan penilaian ini dapat lebih mengoptimalkan pembinaan pada masyarakat.