Workshop dilakukan tiga hal yang harus menjadi perhatian serius yaitu kota ramah anak, kota ramah lansia dan ruang terbuka hijau. Dari tiga topik ini SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang bersentuhan langsung agar memahami benar mengingat ketiga topik ini merupakan peran penting setiap SKPD bersangkutan. Demikian disampaikan Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka workshop di Bali Handara, Kamis (11/9). Workshop yang berlangsung tiga hari tersebut menghadirkan Lembaga survey Meter Yogyakarta, Dr. Ir. W. Suriastini, M.Phil. "Setiap SKPD harus memiliki pemahaman tentang pelaksanaan tentang topik ini. Untuk itu usai workshop harus menghasilkan sesuatu berupa komitmen kegiatan," ujar Rai Mantra. Komitmen kegiatan yang dilaksanakan merupakan hasil pemahaman dari masing-masing SKPD yang merasa bersentuhan langsung terhadap tiga topik tersebut. Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra mencontohkan Dinas Perhubungan berkaitan dengan fasilitas penyeberangan bagi lansia. Ini diawali dengan penyediaan fasilitas infrastruktur sebelum melanjutkan pada penyediaan suprastruktur atau orang-orangnya dalam melayani anak dan lansia. Penyediaan infrastruktur harus benar-benar disiapkan seperti masalah ruang terbuka hijau yang kedepannya bukan hanya untuk tempat bermain anak-anak dan taman lansia saja, melainkan merupakan tujuan kota kedepan. Setiap SKPD harus membiasakan diri memecahkan suatu masalah secara holistik tidak bisa diselesaikan hanya satu SKPD melainkan dengan melibatkan berbagai SKPD. Untuk itu setiap SKPD terus membiasakan melakukan koordinasi sehingga bisa melahirkan suatu kegiatan. Rai Mantra mengharapkan setiap perencanaan tata ruang agar memasukan ruang terbuka bagi lansia dan anak-anak. "Saya harapkan setiap melaksanakan perencaan tata ruang, setiap SKPD memasukan penyediaan fasilitas bagi anak dan lansia," harap Rai Mantra. Sedangkan untuk penyediaan sarana suprastruktur pemerintah wajib menyediakan sumber daya manusianya, seperti pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan dan pelayanan lainnya untuk anak serta lansia. Sebagai kota yang mempunyai komitmen sebagai layak anak, layak lansia dan ruang terbuka hijau harus berorientasi pada pertumbuhan ekonomi yang baik dan memiliki tingkat kenyamanan yang baik sehingga memenuhi indikator MDG's. Kedepannya setiap kegiatan jangan hanya terjebak terhadap masalah kegiatan rutin dengan demikian kedepannya tidak ada masalah seperti kurang gizi atau permasalahan lainnya yang sudah disiapkan penanganannya dengan jaring sosial.
Kepala Badan KB dan PP (Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan) Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti mengatakan workshop ini untuk penguatan jejaring kerja organisasi perempuan dan anak untuk rencana aksi sebagai kota layak anak dan ramah lansia. Ini juga untuk menyusun gabungan indikator kota layak anak dan indikasi rencana program kota Denpasar dalam RPJMD 2015-2020. Menurut Laksmi Dharmayanti workshop ini sebagai komitmen untuk mewujudkan kota ramah anak, ramah lansia dan ruang terbuka hijau sehingga terwujudnya kota sehat. Kegiatan workshop yang berlangsung selam tiga hari ini diikuti 84 peserta dari berbagai perwakilan seperti komda lansia, kecamatan, LSM dan perwakilan lurah serta kepala lingkungan.(Gst)
22 Oktober 2025
03 November 2025
14 Agustus 2025
29 Oktober 2025